1. Data/Identitas
Film
Judul
: Java Heat
Jenis
Film : Action
Produser : Connor Allyn, Rob Allyn,
Seth Baron
Sutradara : Connor Allyn
Penyunting : Harvey
Rosenstock
Durasi
Film : 98 Menit
Perusahaan
Film : Margate House
Diputar :
Mulai 18 April 2013
2.
Pemeran Film
Java Heat
Jake Travers (Kellan Lutz)
Tapi Hashim (Ario Bayu)
Sultana (Atiqah Hasiholan)
Malik (Mickey Rourke)
Visier (Tio Pakusadewo)
Sultan Jogja (Rudi Wowor)
Jendral Sriyono (Frans Tumbuan)
Ahmed (Mike Muliadro)
Anton (Rio Dewanto)
Ling (Verdi Solaiman)
Rani (Uli Auliani)
Nita (Rahayu Saraswati)
Jim Bretton (Nick McKinless)
Vitria (Astri Nurdin)
Andi (Agung Udijana)
Kapten Agus (Teuku Rifnu Wikana)
Faruq (Tegar Satrya)
Baron (Michael Duncan)
Marine MP (Brent Duke)
Ade (Kayla Kamala Garin)
Budi (Asto Tunas Bawono)
3.
Pendahuluan
Java Heat merupakan
salah satu film action garapan Connor
Allyn yang menceritakan soal aksi terorisme di Indonesia dengan menggunakan
latar belakang kota Yogyakarta dan Magelang.
Film yang merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Amerika ini
mempertemukan dua jenis budaya negara dalam satu cerita dan melibatkan aktor
dan aktris dari kedua negara tersebut. Aktor dan aktris ternama yang ikut serta
membintangi film ini ialah Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Mike Muliadro, Rio
Dewanto, Tio Pakusadewo dan Rudi Wowor. Selain itu, hadir pula dua bintang
Hollywood yakni Kellan Lutz (bintang film Twillight) dan Mickey Rourke (bintang
film Iron Man 2).
Sang Sutradara, Conor
Allyn menyebutkan bahwa film tersebut berhasil digarapnya selama dua bulan dengan menghabiskan dana yang cukup fantastis
hingga mencapai Rp145 miliar dan melibatkan 500 kru film. Dana tersebut jauh
lebih besar dibandingkan dengan film yang ia produksi sebelumnya, Merah Putih
yang hanya menghabiskan dana sebesar Rp60 miliar.
Film ini diawali dengan kejadian pengeboman dalam
sebuah pesta amal di wilayah Kesultanan Yogyakarta yang menewaskan Putri
Kesultanan yang bernama Sultana (Atiqah Hasiholan). Jake Travers (Kellan Lutz)
adalah warga Amerika yang menjadi saksi mata kejadian mendapatkan surat
panggilan dari kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kejadian
pengeboman tersebut. Keesokan harinya, Jake dan Letnan Hasim (Ario Bimo)
melakukan olah TKP. Mereka menganalisa bahwa tersangka pengeboman tersebut
tidak meledakkan dirinya sendiri, melainkan ada orang lain yang mengontrolnya
dengan remot. Kejanggalan pun mulai tampak terlihat ketika posisi ditemukannya
jasad Sultana tidak sesuai dengan posisi tubuhnya ketika pengeboman
berlangsung. Lantas, Jake dan Letnan Hasim memeriksa sekujur tubuh Sultana dan
mereka semakin yakin jika yang berada di depannya bukanlah jasad Sultana di karenakan
terdapat tato dibagian lengan tangan kanannya.
Di sisi lain, pihak musuh mengetahui aktivitas yang
dilakukan Jake dan Letnan Hasim yang mengakibatkan mobil yang dikendarai mereka
ditabrak hingga terguling. Letnan Hasim terluka parah dan tidak sadarkan diri,
beruntungnya Jake bisa bangkit dan berhasil melumpuhkan musuh. Musuh tersebut
merupakan teroris yang dipimpin oleh Ahmed. Sebagai bentuk ucapan terima kasih,
Letnan Hasim mengajak Jake untuk menginap di rumahnya. Keesoknya harinya,
Letnan Hasim berhasil mengungkap identitas palsu Jake sebagai asisten dosen.
Jake pun akhirnya mengaku bahwa ia adalah seorang anggota marinir Amerika yang
sengaja datang ke Indonesia untuk membalas dendam kepada teroris yang membunuh
adiknya. Komplotan teroris tersebut didanai oleh Malik (Mickey Rourke). Ia
menjanjikan pendanaan kepada Ahmed dengan syarat Ahmed beserta para teroris
yang lainnya harus menuruti semua perintah Malik, salah satunya yaitu mencuri
perhiasan berharga milik kesultanan.
Dengan bantuan rekannya, Jake mendapatkan informasi
bahwa tato yang ada di tubuh palsu Sultana merupakan tato milik wanita
penghibur “elite”. Dengan sigapnya ia
mencari langsung ke tempat hiburan di sekitar wilayah tersebut dan menanyai
satu persatu siapakah wanita pemilik tato tersebut. Akhirnya ia berhasil
menemukan wanita yang memiliki tato serupa. Wanita tersebut menjelaskan bahwa
pemilik tato yang menyerupai miliknya ialah saudara kandungnya sendiri yang
diketahui sudah dibeli oleh seorang bule asal Amerika. Tiba-tiba saja komplotan
teroris pimpinan Ahmed menyerang tempat hiburan tersebut yang mengakibatkan
wanita bertato dan pemilik tempat hiburan itu tewas di tempat. Komplotan
teroris itu sebenarnya ingin mengincar Jake kemudian membunuhnya. Beruntungnya tim
kepolisian berhasil melumpuhkan niat jahat komplotan teroris itu dan membuatnya
kabur. Namun di sisi lain tim kepolisian justru malah mengincar Jake. Usaha
yang dilakukan Jake untuk kabur pada akhirnya gagal sehingga ia berhasil
ditangkap oleh tim kepolisian.
Keesokan paginya, Letnan Hasim kembali kerumah dan
didapatinya rumah yang kosong tanpa seorang pun di dalamnya. Tak lama kemudian
ia mendapatkan panggilan telepon dari
seseorang yang tidak dikenal yang sebenarnya orang tersebut ialah Malik. Dalam
teleponnya orang itu menjelaskan bahwa nasib istri dan anak-anak Letnan Hasim
berada di tangannya. Apabila Letnan Hasim tidak menuruti perintah orang itu
maka tidak segan-segan ia akan membunuh kelurganya. Mendengar ancaman tersebut
Letnan Hasim pun menyetujui perjanjiannya dengan orang asing itu.
Setelah itu, Letnan Hasim menemui Jake di ruang interogasi
tahanan. Ia menjelaskan bahwa keluarganya berada di tangan kelompok teroris dan
itu semua akibat ulahnya yang bekerja sama dengan Jake. Jake pun memberi pengertian
kepada Letnan Hasim agar tidak menuruti perintah orang tersebut dan mencari
cara lain untuk membebaskan keluarganya. Jake bersedia membantu Letnan Hasim
dengan syarat ia harus dibebaskan dari penangkapan tersebut. Di sisi lain,
terjadi perdebatan antara Malik dan Ahmed terkait dengan penculikan istri dan
anak-anak Letnan Hasim. Ahmed terus menentang bahwa penculikan istri dan
anak-anak Letnan Hasim bukanlah hal yang terpenting saat ini karena
sesungguhnya yang harus mereka incar ialah tahta kerajaan beserta hartanya. Di balik
kejadian pengeboman tersebut, ada sosok tokoh kerajaan yang menjadi dalang
utamanya yaitu sepupu sang Sultan (Tio Pakusadewo). Ia sangat berambisi untuk
menduduki tahta kerajaan sehingga ia mau melakukan berbagai cara termasuk
menyingkirkan sang Sultan dan anaknya. Sedangkan Malik ingin mengincar harta
kerajaan dan memperjualbelikan Sultana agar menghasilkan uang. Seperti halnya istri
dan anak-anak Letnan Hasim, Sultana juga menjadi tawanan Malik sejak kejadian
pengeboman tersebut.
Usaha Jake untuk meyakinkan Letnan Hasim akhirnya
tidak sia-sia. Mereka sepakat untuk bekerja sama memburu Malik dan
menyelamatkan istri dan anak-anak Letnan Hasim. Mereka pun mendatangi Sultan
untuk memberikan informasi mengenai Sultana yang masih hidup. Ternyata sang
Sultan pun telah mengetahuinya dan diam-diam memberikan petunjuk kepada mereka
mengenai keberadaan kalung yang menjadi incaran pemburu tersebut. Pada malam
harinya setelah Jake menceritakan detail kejadian terbunuhnya sang Adik,
akhirnya mereka sepakat untuk melakukan penyerangan terhadap komplotan teroris itu.
Dalam penyeranganya, mereka berhasil mengambil alih harta-harta kerajaan yang
awalnya sudah dirampas oleh pihak musuh. Namun, keesokan harinya para teroris
itu membalas dendam dengan menjatuhkan bom di tempat Jake dan Letnan Hasim
bermalam. Beruntungnya mereka berhasil melarikan diri tetapi harta-harta kerajaan
kembali dirampas oleh komplotan teroris itu.
Jake dan Letnan Hasim kembali menyusun rencana untuk
menyelamatkan Sultana dan istri beserta anak-anak Letnan Hasim. Ahmed, pemimpin
teroris itu kembali berdebat dengan Malik. Ia mengatakan bahwa siapapun tidak
boleh membunuh Sultana dan istri beserta anak-anak Letnan Hasim. Ketika Ahmed
berusaha melindungi mereka, tiba-tiba saja Malik menikam punggungnya dengan
pisau yang kemudian dilanjutkan ke bagian dadanya. Setelah membunuh Ahmed,
Malik beserta sepupu sang Sultan langsung meninggalkan tempat kejadian. Tanpa
sengaja ketika Jake dan Letnan Hasim sedang memburu Malik, mereka melihat Ahmed
tergeletak di pinggir jalan. Dengan segera mereka membawanya ke rumah sakit,
namun Ahmed mengatakan bahwa lebih baik ia meninggal saja karena ia sudah
bersalah kepada semua orang dan sudah terlalu mempercayai si bejat, Malik.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Ahmed mengatakan bahwa Sultana dan
istri beserta anak-anak Letnan Hasim dalam keadaan baik-baik saja.
Pertarungan semakin memanas dan puncaknya pada perayaan
hari Waisak di Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia yang merupakan
salah satu keajaiban dunia. Seluruh masyarakat yang menghadiri perayaan
tersebut terkejut ketika melihat Sultana yang ternyata masih hidup. Mereka pun
bersorak-sorak bahagia dan menyambut kedatangan Sultana. Padahal pada situasi
tersebut pertarungan antara Jake dan Letnan Hasim melawan Malik masih
puncak-puncaknya. Malik mengancam akan membunuh Sultana apabila mereka berani
melawannya. Kesabaran Jake sudah berada di ujung tanduk, akhirnya ia pun
melawan Malik. Namun sayangnya ia malah tersungkur akibat terkena tembakan. Melihat
itu, Letnan Hasim langsung menembakkan peluru tepat ke dada Malik. Seketika
Malik tersungkur dan berlumuran darah. Pada saat itu juga Malik meninggal
ditempat. Pada akhirnya, Sultana berhasil kembali menduduki tahta kerajaan.
Sebagai wujud terima kasih ia pun mengantarkan langsung Jake ke bandara untuk
kembali ke negara asalnya.
4. Kelebihan
dan Kekurangan
Kelebihan
:
a. Film
ini turut mempromosikan budaya-budaya Indonesia ke dunia dalam proporsi yang
cukup besar seperti halnya tarian tradisional, ukiran-ukiran, pencak silat,
wayang kulit, aktivitas masyarakat sekitar, hingga keindahan Candi Borobudur.
Hal itu terlihat ketika para penari sedang melayani Malik (Mickey Rourke) dan berbagai aksi Jake
(Kellan Lutz) dan Letnan Hasim (Ario Bayu) melawan terorisme.
b. Adegan-adegan
action yang terdapat dalam film ini sangat
mengesankan. Hal itu terlihat ketika Letnan Hasim (Ario Bayu) dan Jake (Kellan Lutz) bertarung melawan terorisme. Selain
itu, aksi baku tembak dan pengeboman dalam film ini juga cukup mencekam karena
didukung oleh pemilihan efek suara yang selaras.
c. Nilai nasionalisme dalam film ini juga terlihat pada
sosok Letnan Hasim (Ario Bayu) yang mewakili Detasemen 88 sebagai figur yang
tegas dan berwibawa sehingga banyak meninggalkan kesan yang positif. Pasalnya,
detasemen yang konon didirikan untuk menumpas terorisme kerap dinilai sadis dan
berbagai sterotype negatif yang
lainnya.
Kekurangan
:
a. Film
ini terlihat banyak menjelekkan Islam dan menimbulkan pemikiran bahwa Negara
Indonesia ini terdapat banyak teroris. Padahal sebenarnya bom bunuh diri bukan
merupakan jihad yang sesuai diajarkan oleh agama Islam. Selain itu, film ini
juga menggambarkan begitu banyaknya tempat prostitusi di Indonesia. Hal itu
terlihat dari banyaknya adegan Jake dengan perempuan-perempuan seperti pekerja
seks komersial.
b. Kualitas
kamera yang digunakan masih terlihat buram, dengan kata lain kurang jernih
dalam pengambilan detail objeknya. Teknik editing
yang masih banyak kedodoran juga terlihat pada saat adegan Jake di interogasi
di kantor polisi. Bagian properti juga kurang cerdik. Televisi yang digunakan
di dalam kantor polisi untuk merekam CCTV masih berwarna hitam putih dan bertipe
jadul padahal saat itu sudah zaman modern yang seharusnya menggunakan televisi
berwarna.
c. Pada
akhir cerita seharusnya Candi Borobudur ditampilkan dengan segala keagungan dan
kemegahannya. Bukan malah menampilkan suasana gelap dan remang-remang. Padahal
pada saat itu ada perayaan hari Waisak yang seharusnya dibuat lebih berkesan
dengan memainkan lighting.
5. Penutup
Secara keseluruhan film Java Heat sudah
cukup bagus dan menarik terutama dalam hal promosi budaya. Tarian tradisional,
ukiran-ukiran, pencak silat, wayang kulit, aktivitas masyarakat sekitar, hingga
keindahan Candi Borobudur tentu akan menjadi sorotan utama para penonton
khususnya penonton mancanegara. Mereka akan menilai bangsa Indonesia merupakan
bangsa yang multiculture dengan
berbagai ragam kebudayaan beserta keindahannya. Dengan begitu, bangsa Indonesia
akan lebih mudah dikenal oleh seluruh masyarakat dibelahan dunia.
No comments:
Post a Comment