Saturday, March 23, 2019

Resensi Film Java Heat

1.      Data/Identitas Film
Judul                           : Java Heat
Jenis Film                    : Action
Produser                      : Connor Allyn, Rob Allyn, Seth Baron
Sutradara                     : Connor Allyn
Penyunting                  : Harvey Rosenstock
Durasi Film                 : 98 Menit
Perusahaan Film          : Margate House
Diputar                       : Mulai 18 April 2013

2.      Pemeran Film Java Heat
Jake Travers (Kellan Lutz)
Tapi Hashim (Ario Bayu)
Sultana (Atiqah Hasiholan)
Malik (Mickey Rourke)
Visier (Tio Pakusadewo)
Sultan Jogja (Rudi Wowor)
Jendral Sriyono (Frans Tumbuan)
Ahmed (Mike Muliadro)
Anton (Rio Dewanto)
Ling (Verdi Solaiman)
Rani (Uli Auliani)
Nita (Rahayu Saraswati)
Jim Bretton (Nick McKinless)
Vitria (Astri Nurdin)
Andi (Agung Udijana)
Kapten Agus (Teuku Rifnu Wikana)
Faruq (Tegar Satrya)
Baron (Michael Duncan)
Marine MP (Brent Duke)
Ade (Kayla Kamala Garin)
Budi (Asto Tunas Bawono)

3.      Pendahuluan
Java Heat merupakan salah satu film action garapan Connor Allyn yang menceritakan soal aksi terorisme di Indonesia dengan menggunakan latar belakang kota Yogyakarta dan Magelang.  Film yang merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Amerika ini mempertemukan dua jenis budaya negara dalam satu cerita dan melibatkan aktor dan aktris dari kedua negara tersebut. Aktor dan aktris ternama yang ikut serta membintangi film ini ialah Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Mike Muliadro, Rio Dewanto, Tio Pakusadewo dan Rudi Wowor. Selain itu, hadir pula dua bintang Hollywood yakni Kellan Lutz (bintang film Twillight) dan Mickey Rourke (bintang film Iron Man 2).
Sang Sutradara, Conor Allyn menyebutkan bahwa film tersebut berhasil digarapnya selama dua bulan  dengan menghabiskan dana yang cukup fantastis hingga mencapai Rp145 miliar dan melibatkan 500 kru film. Dana tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan film yang ia produksi sebelumnya, Merah Putih yang hanya menghabiskan dana sebesar Rp60 miliar.
Film ini diawali dengan kejadian pengeboman dalam sebuah pesta amal di wilayah Kesultanan Yogyakarta yang menewaskan Putri Kesultanan yang bernama Sultana (Atiqah Hasiholan). Jake Travers (Kellan Lutz) adalah warga Amerika yang menjadi saksi mata kejadian mendapatkan surat panggilan dari kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kejadian pengeboman tersebut. Keesokan harinya, Jake dan Letnan Hasim (Ario Bimo) melakukan olah TKP. Mereka menganalisa bahwa tersangka pengeboman tersebut tidak meledakkan dirinya sendiri, melainkan ada orang lain yang mengontrolnya dengan remot. Kejanggalan pun mulai tampak terlihat ketika posisi ditemukannya jasad Sultana tidak sesuai dengan posisi tubuhnya ketika pengeboman berlangsung. Lantas, Jake dan Letnan Hasim memeriksa sekujur tubuh Sultana dan mereka semakin yakin jika yang berada di depannya bukanlah jasad Sultana di karenakan terdapat tato dibagian lengan tangan kanannya.
Di sisi lain, pihak musuh mengetahui aktivitas yang dilakukan Jake dan Letnan Hasim yang mengakibatkan mobil yang dikendarai mereka ditabrak hingga terguling. Letnan Hasim terluka parah dan tidak sadarkan diri, beruntungnya Jake bisa bangkit dan berhasil melumpuhkan musuh. Musuh tersebut merupakan teroris yang dipimpin oleh Ahmed. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Letnan Hasim mengajak Jake untuk menginap di rumahnya. Keesoknya harinya, Letnan Hasim berhasil mengungkap identitas palsu Jake sebagai asisten dosen. Jake pun akhirnya mengaku bahwa ia adalah seorang anggota marinir Amerika yang sengaja datang ke Indonesia untuk membalas dendam kepada teroris yang membunuh adiknya. Komplotan teroris tersebut didanai oleh Malik (Mickey Rourke). Ia menjanjikan pendanaan kepada Ahmed dengan syarat Ahmed beserta para teroris yang lainnya harus menuruti semua perintah Malik, salah satunya yaitu mencuri perhiasan berharga milik kesultanan.
Dengan bantuan rekannya, Jake mendapatkan informasi bahwa tato yang ada di tubuh palsu Sultana merupakan tato milik wanita penghibur “elite”. Dengan sigapnya ia mencari langsung ke tempat hiburan di sekitar wilayah tersebut dan menanyai satu persatu siapakah wanita pemilik tato tersebut. Akhirnya ia berhasil menemukan wanita yang memiliki tato serupa. Wanita tersebut menjelaskan bahwa pemilik tato yang menyerupai miliknya ialah saudara kandungnya sendiri yang diketahui sudah dibeli oleh seorang bule asal Amerika. Tiba-tiba saja komplotan teroris pimpinan Ahmed menyerang tempat hiburan tersebut yang mengakibatkan wanita bertato dan pemilik tempat hiburan itu tewas di tempat. Komplotan teroris itu sebenarnya ingin mengincar Jake kemudian membunuhnya. Beruntungnya tim kepolisian berhasil melumpuhkan niat jahat komplotan teroris itu dan membuatnya kabur. Namun di sisi lain tim kepolisian justru malah mengincar Jake. Usaha yang dilakukan Jake untuk kabur pada akhirnya gagal sehingga ia berhasil ditangkap oleh tim kepolisian.
Keesokan paginya, Letnan Hasim kembali kerumah dan didapatinya rumah yang kosong tanpa seorang pun di dalamnya. Tak lama kemudian ia mendapatkan panggilan  telepon dari seseorang yang tidak dikenal yang sebenarnya orang tersebut ialah Malik. Dalam teleponnya orang itu menjelaskan bahwa nasib istri dan anak-anak Letnan Hasim berada di tangannya. Apabila Letnan Hasim tidak menuruti perintah orang itu maka tidak segan-segan ia akan membunuh kelurganya. Mendengar ancaman tersebut Letnan Hasim pun menyetujui perjanjiannya dengan orang asing itu.
Setelah itu, Letnan Hasim menemui Jake di ruang interogasi tahanan. Ia menjelaskan bahwa keluarganya berada di tangan kelompok teroris dan itu semua akibat ulahnya yang bekerja sama dengan Jake. Jake pun memberi pengertian kepada Letnan Hasim agar tidak menuruti perintah orang tersebut dan mencari cara lain untuk membebaskan keluarganya. Jake bersedia membantu Letnan Hasim dengan syarat ia harus dibebaskan dari penangkapan tersebut. Di sisi lain, terjadi perdebatan antara Malik dan Ahmed terkait dengan penculikan istri dan anak-anak Letnan Hasim. Ahmed terus menentang bahwa penculikan istri dan anak-anak Letnan Hasim bukanlah hal yang terpenting saat ini karena sesungguhnya yang harus mereka incar ialah tahta kerajaan beserta hartanya. Di balik kejadian pengeboman tersebut, ada sosok tokoh kerajaan yang menjadi dalang utamanya yaitu sepupu sang Sultan (Tio Pakusadewo). Ia sangat berambisi untuk menduduki tahta kerajaan sehingga ia mau melakukan berbagai cara termasuk menyingkirkan sang Sultan dan anaknya. Sedangkan Malik ingin mengincar harta kerajaan dan memperjualbelikan Sultana agar menghasilkan uang. Seperti halnya istri dan anak-anak Letnan Hasim, Sultana juga menjadi tawanan Malik sejak kejadian pengeboman tersebut.
Usaha Jake untuk meyakinkan Letnan Hasim akhirnya tidak sia-sia. Mereka sepakat untuk bekerja sama memburu Malik dan menyelamatkan istri dan anak-anak Letnan Hasim. Mereka pun mendatangi Sultan untuk memberikan informasi mengenai Sultana yang masih hidup. Ternyata sang Sultan pun telah mengetahuinya dan diam-diam memberikan petunjuk kepada mereka mengenai keberadaan kalung yang menjadi incaran pemburu tersebut. Pada malam harinya setelah Jake menceritakan detail kejadian terbunuhnya sang Adik, akhirnya mereka sepakat untuk melakukan penyerangan terhadap komplotan teroris itu. Dalam penyeranganya, mereka berhasil mengambil alih harta-harta kerajaan yang awalnya sudah dirampas oleh pihak musuh. Namun, keesokan harinya para teroris itu membalas dendam dengan menjatuhkan bom di tempat Jake dan Letnan Hasim bermalam. Beruntungnya mereka berhasil melarikan diri tetapi harta-harta kerajaan kembali dirampas oleh komplotan teroris itu.
Jake dan Letnan Hasim kembali menyusun rencana untuk menyelamatkan Sultana dan istri beserta anak-anak Letnan Hasim. Ahmed, pemimpin teroris itu kembali berdebat dengan Malik. Ia mengatakan bahwa siapapun tidak boleh membunuh Sultana dan istri beserta anak-anak Letnan Hasim. Ketika Ahmed berusaha melindungi mereka, tiba-tiba saja Malik menikam punggungnya dengan pisau yang kemudian dilanjutkan ke bagian dadanya. Setelah membunuh Ahmed, Malik beserta sepupu sang Sultan langsung meninggalkan tempat kejadian. Tanpa sengaja ketika Jake dan Letnan Hasim sedang memburu Malik, mereka melihat Ahmed tergeletak di pinggir jalan. Dengan segera mereka membawanya ke rumah sakit, namun Ahmed mengatakan bahwa lebih baik ia meninggal saja karena ia sudah bersalah kepada semua orang dan sudah terlalu mempercayai si bejat, Malik. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Ahmed mengatakan bahwa Sultana dan istri beserta anak-anak Letnan Hasim dalam keadaan baik-baik saja.
Pertarungan semakin memanas dan puncaknya pada perayaan hari Waisak di Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia yang merupakan salah satu keajaiban dunia. Seluruh masyarakat yang menghadiri perayaan tersebut terkejut ketika melihat Sultana yang ternyata masih hidup. Mereka pun bersorak-sorak bahagia dan menyambut kedatangan Sultana. Padahal pada situasi tersebut pertarungan antara Jake dan Letnan Hasim melawan Malik masih puncak-puncaknya. Malik mengancam akan membunuh Sultana apabila mereka berani melawannya. Kesabaran Jake sudah berada di ujung tanduk, akhirnya ia pun melawan Malik. Namun sayangnya ia malah tersungkur akibat terkena tembakan. Melihat itu, Letnan Hasim langsung menembakkan peluru tepat ke dada Malik. Seketika Malik tersungkur dan berlumuran darah. Pada saat itu juga Malik meninggal ditempat. Pada akhirnya, Sultana berhasil kembali menduduki tahta kerajaan. Sebagai wujud terima kasih ia pun mengantarkan langsung Jake ke bandara untuk kembali ke negara asalnya.

4.      Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan :
a.  Film ini turut mempromosikan budaya-budaya Indonesia ke dunia dalam proporsi yang cukup besar seperti halnya tarian tradisional, ukiran-ukiran, pencak silat, wayang kulit, aktivitas masyarakat sekitar, hingga keindahan Candi Borobudur. Hal itu terlihat ketika para penari sedang melayani Malik (Mickey Rourke) dan berbagai aksi Jake (Kellan Lutz) dan Letnan Hasim (Ario Bayu) melawan terorisme.
b.   Adegan-adegan action yang terdapat dalam film ini sangat mengesankan. Hal itu terlihat ketika Letnan Hasim (Ario Bayu) dan Jake (Kellan Lutz) bertarung melawan terorisme. Selain itu, aksi baku tembak dan pengeboman dalam film ini juga cukup mencekam karena didukung oleh pemilihan efek suara yang selaras.
c.     Nilai nasionalisme dalam film ini juga terlihat pada sosok Letnan Hasim (Ario Bayu) yang mewakili Detasemen 88 sebagai figur yang tegas dan berwibawa sehingga banyak meninggalkan kesan yang positif. Pasalnya, detasemen yang konon didirikan untuk menumpas terorisme kerap dinilai sadis dan berbagai sterotype negatif yang lainnya.
Kekurangan :
a.   Film ini terlihat banyak menjelekkan Islam dan menimbulkan pemikiran bahwa Negara Indonesia ini terdapat banyak teroris. Padahal sebenarnya bom bunuh diri bukan merupakan jihad yang sesuai diajarkan oleh agama Islam. Selain itu, film ini juga menggambarkan begitu banyaknya tempat prostitusi di Indonesia. Hal itu terlihat dari banyaknya adegan Jake dengan perempuan-perempuan seperti pekerja seks komersial.
b.   Kualitas kamera yang digunakan masih terlihat buram, dengan kata lain kurang jernih dalam pengambilan detail objeknya. Teknik editing yang masih banyak kedodoran juga terlihat pada saat adegan Jake di interogasi di kantor polisi. Bagian properti juga kurang cerdik. Televisi yang digunakan di dalam kantor polisi untuk merekam CCTV masih berwarna hitam putih dan bertipe jadul padahal saat itu sudah zaman modern yang seharusnya menggunakan televisi berwarna.
c.    Pada akhir cerita seharusnya Candi Borobudur ditampilkan dengan segala keagungan dan kemegahannya. Bukan malah menampilkan suasana gelap dan remang-remang. Padahal pada saat itu ada perayaan hari Waisak yang seharusnya dibuat lebih berkesan dengan memainkan lighting.

5.      Penutup
Secara keseluruhan film Java Heat sudah cukup bagus dan menarik terutama dalam hal promosi budaya. Tarian tradisional, ukiran-ukiran, pencak silat, wayang kulit, aktivitas masyarakat sekitar, hingga keindahan Candi Borobudur tentu akan menjadi sorotan utama para penonton khususnya penonton mancanegara. Mereka akan menilai bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multiculture dengan berbagai ragam kebudayaan beserta keindahannya. Dengan begitu, bangsa Indonesia akan lebih mudah dikenal oleh seluruh masyarakat dibelahan dunia.

No comments:

Post a Comment